Banjarbaru (ANTARA) - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meminta patroli pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) diperkuat secara intensif karena fenomena El Nino diperkirakan bertahan hingga awal 2027 sehingga kewaspadaan perlu dijaga sejak dini.
Wapres Gibran dalam kunjungan kerja di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Kamis, meminta seluruh unsur meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi munculnya kebakaran pada periode kondisi kering tersebut.
“Lakukan patroli pencegahan lebih intens. Tingkatkan koordinasi dan rangkul semua elemen,” katanya.
Menurut Gibran, patroli pencegahan perlu dilakukan secara lebih intensif untuk mengantisipasi munculnya titik api sejak awal, sehingga potensi kebakaran dapat ditangani sebelum berkembang dan menimbulkan dampak yang lebih luas.
Upaya pencegahan tersebut, kata dia, membutuhkan keterlibatan berbagai unsur karena pengawasan wilayah rawan kebakaran tidak dapat dilakukan hanya oleh satu institusi, terutama ketika kondisi cuaca meningkatkan potensi terjadinya karhutla.
Gibran juga meminta, setiap kendala yang ditemukan dalam kegiatan pencegahan segera ditangani dengan langkah yang cepat dan terukur, sehingga hambatan di lapangan tidak mengurangi efektivitas pengawasan terhadap wilayah rawan kebakaran.
Selain meningkatkan patroli, Gibran meminta pemerintah daerah memperkuat sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat agar pencegahan karhutla tidak hanya mengandalkan aparat, tetapi juga didukung kesadaran masyarakat dalam menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran.
“Pastikan setiap kendala lapangan ditangani dengan cepat dan terukur. Tingkatkan juga sosialisasi dan edukasi publik,” ujarnya.
Wapres menegaskan kewaspadaan terhadap karhutla perlu dipertahankan secara berkelanjutan, hingga kondisi yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran berlalu, dengan mengutamakan pencegahan melalui patroli, koordinasi, serta keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Pewarta: Tumpal Andani Aritonang
Editor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.