Rantau (ANTARA) - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Rantau, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan, memeriksa kesehatan 301 petugas dan warga binaan guna mendeteksi penyakit menular sekaligus mengantisipasi gangguan kesehatan di tengah ancaman kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala Rutan Kelas IIB Rantau Renaldi Hutagalung mengatakan, pemeriksaan kesehatan tersebut menyasar 270 warga binaan pemasyarakatan dan 31 petugas Rutan Rantau.
"Pada hari ini Rutan Rantau mengadakan cek kesehatan gratis bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Tapin dan Puskesmas Tapin Utara. Yang diperiksa ada 270 warga binaan dan 31 petugas," ujar Renaldi di Rantau, Kabupaten Tapin, Selasa.
Ia menambahkan, pemeriksaan tidak hanya berfokus pada skrining tuberkulosis (TBC), tetapi juga mencakup deteksi sejumlah penyakit lainnya, termasuk hepatitis B dan hepatitis C.
Renaldi menyebutkan, hasil pemeriksaan belum diterima pihak Rutan karena masih menunggu laporan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tapin.
"Untuk sementara belum ada laporan dari Dinas Kesehatan. Mungkin beberapa hari lagi kami akan menerima laporannya," katanya.
Menurut dia, pemeriksaan kesehatan penting dilakukan untuk mengetahui lebih dini kondisi kesehatan warga binaan maupun petugas sehingga apabila ditemukan penyakit yang membutuhkan penanganan dapat segera ditindaklanjuti.
Terlebih, kondisi udara di wilayah Tapin turut terdampak kabut asap yang muncul di tengah potensi karhutla sehingga dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama pada saluran pernapasan.
Sebagai langkah pencegahan, ucap Renaldi, Rutan Rantau membagikan masker kepada seluruh petugas dan warga binaan untuk mengurangi paparan asap, baik saat menjalankan aktivitas di dalam maupun di luar ruangan.
"Dengan pemeriksaan dan pencegahan tersebut dapat menjaga kondisi kesehatan penghuni Rutan Rantau sekaligus memastikan apabila terdapat penyakit menular dapat segera diketahui dan memperoleh penanganan," ungkap Renaldi.
Pewarta: Muhammad Rastaferian Pasya
Editor : Firman
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.