Liga Arab desak perlindungan warga Palestina, tolak pengungsian paksa

Kairo (ANTARA) - Para menteri luar negeri negara-negara Arab menyerukan tindakan internasional segera untuk melindungi warga Palestina serta dengan tegas menolak segala upaya untuk memindahkan mereka secara paksa dari tanah mereka.

Seruan tersebut disampaikan pada Senin (7/9) melalui sejumlah resolusi yang diadopsi pada akhir pertemuan tingkat menteri Liga Arab di Kairo, Mesir.

Para menteri mendesak komunitas internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Dewan Keamanan PBB, untuk segera bertindak melindungi warga Palestina dari serangan Israel dan kekerasan yang dilakukan oleh pasukan pendudukan Israel.

Mereka menyerukan dukungan politik, finansial, dan hukum terhadap rencana Arab-Islam untuk pemulihan dan rekonstruksi Gaza, serta mendukung penyelenggaraan konferensi internasional di Kairo guna menghimpun pendanaan bagi rencana tersebut.

Para menteri juga mendesak agar seluruh tahapan perjanjian gencatan senjata di Gaza yang dicapai dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) perdamaian Sharm el-Sheikh pada 2025 dilaksanakan sepenuhnya, termasuk penghentian serangan Israel dan pembangunan kembali wilayah Gaza.

Mereka secara tegas menolak segala bentuk pemindahan warga Palestina maupun upaya mengubah komposisi demografis wilayah Palestina yang diduduki, termasuk apa yang disebut Israel sebagai “migrasi sukarela”.

Para menteri memperingatkan bahwa pemindahan paksa akan merupakan bentuk pembersihan etnis dan pelanggaran berat terhadap hukum internasional.

Para menteri juga mengecam tindakan Israel di Gaza, termasuk genosida, kelaparan, pengepungan, kejahatan perang, dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Militer Israel telah menewaskan lebih dari 73.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 174.000 lainnya dalam perang brutal yang telah menghancurkan atau merusak sebagian besar infrastruktur sipil di Gaza.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Aksi pemukim Israel gelar ritual di Al-Aqsa picu kecaman regional

Baca juga: Liga Arab tegaskan kedaulatan negara-negara Arab adalah "garis merah"

Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Arie Novarina
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.