Tanjungpandan (ANTARA) - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, memperketat pengawasan dua desa rawan pelanggaran pemilihan kepala desa (Pilkades) Serentak 2026, yakni Desa Air Pelempang Jaya dan Desa Air Merbau.
"Berdasarkan evaluasi dan koordinasi sebelumnya pengamanan intensif akan difokuskan ke Desa Aik Pelempang Jaya dan Desa Air Merbau karena di desa itu potensi rawan pelanggaran Pilkades" kata Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Satpol PP Belitung Rully Hidayat seizin Kepala Satpol PP Belitung Yasa, di Tanjungpandan, Jumat.
Ia mengatakan upaya meningkatkan pengawasan di dua desa rawan pelanggaran pelaksanaan Pilkades Serentak 2026 untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
"Kami mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan demi keamanan dan kelancaran pelaksanaan Pilkades Serentak 2026," ujarnya
Ia menegaskan Satpol PP Belitung siap mengamankan pelaksanaan Pilkades Serentak Kabupaten Belitung Tahun 2026 yang akan berlangsung pada Minggu (20/9).
"Pengamanan ini dilakukan secara terpadu demi memastikan seluruh tahapan pesta demokrasi tingkat desa berjalan aman, tertib, andal, dan lancar," katanya.
Menurut dia, langkah pengamanan menyasar total 80 tempat pemungutan suara (TPS) yang tersebar di 13 desa pada empat kecamatan, yakni di Kecamatan Membalong, Tanjungpandang, Sijuk dan Badau di wilayah Kabupaten Belitung.
"Kami mengerahkan pengamanan terpadu yang disesuaikan dengan kebutuhan serta tingkat kerawanan masing-masing wilayah," ujarnya.
Ia menjelaskan fokus pengamanan meliputi seluruh tahapan, mulai dari masa kampanye, masa tenang, distribusi logistik ke TPS, pemungutan dan penghitungan suara, hingga penyerahan hasil Pilkades Serentak Tahun 2026.
Selain itu, lanjut dia, penempatan personel dilakukan berdasarkan pemetaan wilayah yang matang dengan mempertimbangkan jumlah TPS, kondisi geografis, serta tingkat kerawanan masing-masing daerah.
"Unsur instansi terkait juga telah menyiapkan prosedur operasional standar (SOP) sesuai dengan tugas dan kewenangan masing-masing untuk memastikan pembagian tugas per desa, penanggung jawab (PIC) jalur komunikasi, serta mekanisme permintaan bantuan berjalan dengan jelas," katanya.
"Selanjutnya, distribusi logistik akan dikawal secara ketat hingga tiba di TPS. Pengawalan rute distribusi disesuaikan dengan kondisi akses, jarak, kondisi geografis, cuaca, serta angin tenggara yang memerlukan perhatian khusus. Keselamatan personel dan kelancaran distribusi logistik ditetapkan sebagai prioritas utama," ujar Rully Hidayat.
Ia menyebutkan rangkaian tahapan pengamanan Pilkades Serentak Kabupaten Belitung Tahun 2026 meliputi masa kampanye pada 14–16 September, masa tenang pada 17–19 September, Apel Gelar Pasukan dan kesiapan akhir personel pada 18 September.
Tahapan berikutnya, kata dia, pengecekan TPS, kesiapan personel, akses komunikasi, dan kondisi wilayah pada 19 September, serta pelaksanaan pemungutan suara, penghitungan suara, dan pengamanan penyerahan hasil akhir Pilkades Serentak pada 20 September 2026.
"Kami mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat dan pihak yang terlibat untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban. Satpol PP Belitung bersama aparat gabungan siap mengawal Pilkades Serentak 2026 ini agar berlangsung sukses, aman, tertib, dan demokratis," ujarnya.
Pewarta: Kasmono/Apriliansyah
Editor : Feny Aprianti
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.