Saudara kembar ini kompak pilih Prodi Teknologi Hasil Pertanian UMBY
Rabu, 23 September 2026 22:28 WIB
Aufa Zahra Adhiaulia dan Nadja Zahra Adhiaulia, saudara kembar kelahiran Temanggung kompak memilih Prodi Teknologi Hasil Pertanian (THP) di Fakultas Agroindustri UMBY (ANTARA/HO-UMBY)
Yogyakarta (ANTARA) - Aufa Zahra Adhiaulia dan Nadja Zahra Adhiaulia, saudara kembar kelahiran Temanggung Jawa Tengah 7 Juli 2007 ini mantap dan kompak memilih program studi yang sama, yakni Teknologi Hasil Pertanian (THP) di Fakultas Agroindustri Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY).
Aufa dan Nadja mengatakan, memilih kampus dan jurusan yang sama di perguruan tinggi ini bukanlah rencana yang dipaksakan sejak awal, melainkan hasil diskusi panjang serta minat yang beriringan.
Lulusan SMK Negeri 1 Temanggung ini mengaku dalam melangkah ke UMBY tidak lepas dari rekomendasi salah satu guru kejuruan Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP) di sekolah mereka, Siti Nur Azizah, yang merupakan alumni S1 dan S2 THP kampus itu.
"Namun, alasan utamanya karena kami merasa cocok dengan apa yang ingin kami pelajari dan kembangkan pada Prodi THP di Kota Yogyakarta. Lingkungan kampusnya juga nyaman dan mendukung mahasiswa untuk berkembang," katanya.
Menurut mereka, berkuliah di tempat dan program studi yang sama memberikan rasa aman serta dukungan emosional bagi keduanya, namun mereka tetap ingin membangun identitas serta pencapaian masing-masing selama masa studi.
"Keuntungannya tentu kami punya seseorang yang sudah dekat dari kecil untuk saling menyemangati dan membantu kalau ada kesulitan. Tantangannya, kami harus belajar untuk tetap mandiri dan tidak selalu bergantung satu sama lain," katanya.
Mengenai target masa depan, mereka berdua memiliki fokus masing-masing di bidang pangan. Nadja bercita-cita menjadi dosen atau food safety manager, sementara Aufa ingin fokus mengasah kemampuan untuk menjadi peneliti di bidang pangan.
Bagi mereka, UMBY bukan sekadar tempat menimba ilmu intelektual, melainkan wadah pembentukan karakter. Sementara Nadja menggambarkan kampus ini dalam tiga kata, yaitu berproses, bertumbuh, dan berdampak.
"Saya memilih, karena sudah terakreditasi unggul dengan fasilitas pendidikan yang mencukupi. Saya ingin menjadikan kampus ini sebagai tempat belajar, berkembang, dan melangkah lebih dekat menuju masa depan yang terarah," katanya.
Sementara itu, Aufa menilai atmosfer kampus menjadi pertimbangan utamanya, sehingga dia memilih UMBY karena mencari tempat kuliah yang tidak hanya fokus pada kecerdasan intelektual, tetapi juga pembentukan karakter.
"Saya ingin bertumbuh menjadi generasi yang solutif di bawah bimbingan lingkungan kampus yang suportif dan dinamis," katanya.
Pewarta : HRI
Editor:
Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026