Jum'at, 11 September 2026, 11:47 WIB
Warta Ekonomi, Jakarta -
Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, memperkirakan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) atau Kopdes bakal mampu menambal kebocoran subsidi hingga ratusan triliun rupiah. Setelah Kopdes nantinya bakal turut diproyeksikan menjadi pusat distribusi dari barang bersubsidi untuk wilayah terluar.
"Teman-teman bisa bayangkan, nanti paling tidak kita bisa menghemat subsidi kita yang tidak tepat sasaran sekitar Rp150 triliun setahun," ujar Dony saat ditemui di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, dikutip Jumat (11/9/2026).
Pernyataan itu diberikan sekaligus menjawab keraguan atas berdirinya Kopdes di kawasan pegunungan hingga wilayah pesisir. Bangunan-bangunan tersebut diklaim tidak akan sia-sia lantaran ke depannya bisa dimanfaatkan sebagai alat untuk menekan kebocoran subsidi.
Dony Oskaria lantas berharap masyarakat mau lebih memahami fungsi daripada Kopdes, yang nantinya diproyeksikan menjadi pusat distribusi dari barang bersubsidi untuk wilayah pelosok.
"Kopdes ini menjadi channel distribution. Jadi dimanapun lokasinya, karena coverage-nya adalah desa. Nanti teman-teman bisa bayangkan. Koperasi desa ini nanti akan menjadi pusat penyaluran seluruh subsidi kita," ucap dia.
Terlebih pemerintah melalui Menteri Keuangan, Menteri Koperasi dan Danantara tengah membuat sebuah tim untuk membangun sistem online, guna mengelompokkan basis-basis masyarakat yang berhak menerima subsidi agar tepat sasaran.
"Kami menargetkan kalau ini sudah terjadi nanti, ada single datanya, kebocoran subsidi itu akan berkurang," kata Dony.
Selain subsidi tepat sasaran, Dony juga menyebut kehadiran Kopdes yang berdiri di pelosok bakal mampu mengendalikan inflasi.
Baca Juga: Purbaya Jamin Utang Kopdes Tak Gagal Bayar: Uangnya Sudah Dianggarkan
Baca Juga: Kopdes Merah Putih Disiapkan Jadi Pusat Ekonomi Desa, dari Subsidi hingga Lawan Rentenir
Baca Juga: Danantara Soal Bangunan Kopdes di Gunung: Buat Tekan Kebocoran Subsidi dan Inflasi
"Yang kedua adalah untuk channel kita menekan inflasi. Kalau terjadi inflasi, orang main-mainin harga, kita punya distribution di seluruh desa.Misalkan harga beras naik, misalkan contohnya, kita tinggal distribution khusus di seluruh Kopdes harga sekian," bebernya.
Oleh karenanya, Dony berharap publik bisa melihat lebih jauh manfaat daripada Kopdes ke depannya, termasuk dengan adanya pembangunan gedung yang secara lokasi jauh dari permukiman.
"Nah inilah makanya kita mesti melihat manfaatnya. Jadi lokasinya itu kan memang coverage-nya satu desa itu. Nah ini mungkin yang perlu disampaikan juga bahwa manfaatnya banyak sekali," ujar Dony.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.