Sleman selenggarakan wisata olahraga dongkrak perputaran ekonomi
Senin, 27 Juli 2026 21:50 WIB
Sekda Sleman Abu Bakar memberikan keterangan kepada media di Sleman, Senin (27/7). ANTARA/Sutarmi
Sleman (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyelenggarakan berbagai kegiatan lari dan wisata olahraga (sport tourism) berdampak signifikan dalam menggerakkan perekonomian daerah melalui efek ganda yang ditimbulkan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sleman Abu Bakar di Sleman, Senin, menyampaikan maraknya berbagai ajang lari terbukti mampu menghidupkan sektor pariwisata, akomodasi, transportasi, hingga pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.
"Artinya, sport tourism secara signifikan multiplier effect pasti akan menambah nilai uang yang beredar di wilayah Sleman, terutama, karena secara logika orang yang akan mengikuti event di Sleman pasti menginap minimal dua malam di Sleman," kata Abu Bakar.
Ia mencontohkan tingginya mobilitas wisatawan dan peserta ajang olahraga membuat sektor penunjang seperti perhotelan, transportasi, hingga perdagangan kecil ikut bergerak aktif, memberikan suntikan ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar.
Selain memberikan dampak ekonomi secara langsung, lanjut Abu Bakar, rangkaian kegiatan berskala besar seperti festival musik, maraton, dan ajang lari lainnya juga berfungsi membangun kepercayaan publik (public trust) dari masyarakat luar daerah terhadap Kabupaten Sleman.
"Karena apa? Adanya event di Sleman minimal memberikan rasa trust masyarakat luar, kepercayaan masyarakat luar bahwa Sleman ternyata nyaman, enak buat wisata, dan luar biasa. Trust itu perlu untuk investasi, mendatangkan wisata, hingga sektor pendidikan," jelasnya.
Lebih lanjut, Abu Bakar menyebutkan Kabupaten Sleman ke depan akan kembali disibukkan dengan berbagai agenda kegiatan olahraga, termasuk ajang Transmigrasi Run yang dijadwalkan mengambil titik start di kawasan utara Abhinaya pada 23 Agustus mendatang, serta agenda rutin daerah seperti Sleman Tempuran Run yang berpusat di Pakem dengan kategori jarak 5 kilometer, 10 kilometer, hingga 21 Kilometer.
Berbagai ajang lari tersebut melengkapi rangkaian kalender wisata olahraga di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya, menyusul suksesnya perhelatan Mandiri Prambanan Marathon, Prambanan Jazz, serta persiapan menyambut sejumlah ajang lari berskala regional lainnya seperti Borobudur Marathon dan Malioboro Run pada September mendatang.
Sementara itu, Kepala BBPPMT Yogyakarta Tunggak Santosa mengatakan festival transmigrasi hadirkan wajah baru pembangunan Indonesia.
Kegiatan itu juga menjadi bagian dari rangkaian besar Festival Transmigrasi 2026 yang digagas BBPPMT Yogyakarta merupakan langkah untuk memperkenalkan paradigma baru transmigrasi kepada masyarakat.
Menurutnya transmigrasi saat ini tidak lagi hanya dipahami sebagai perpindahan penduduk dari satu wilayah ke wilayah lain.
Program tersebut telah berkembang menjadi instrumen pembangunan kawasan yang berorientasi pada penciptaan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis potensi lokal.
"Transmigrasi sekarang adalah tentang pemberdayaan masyarakat, penguatan sumber daya manusia, pengembangan ekonomi lokal, dan membangun kawasan yang berdaya saing," kata Tunggak.
Melalui Festival Transmigrasi 2026, masyarakat diajak melihat langsung transformasi tersebut melalui berbagai kegiatan yang dikemas lebih modern, inklusif, dan dekat dengan generasi muda.
Selain Fun Run 6K di Kaliurang, festival ini juga akan menghadirkan sejumlah agenda nasional lainnya, antara lain Summer Course Festival Kopi dan Budaya di Rempang Ecocity, Batam, pada 1–14 Oktober 2026 yang akan mempromosikan kopi unggulan dari kawasan transmigrasi.
Hari Bhakti Transmigrasi pada 12 Desember 2026 yang menjadi momentum mengenang sejarah transmigrasi Indonesia sejak keberangkatan 23 kepala keluarga dari Jawa Tengah menuju Lampung pada 1950.
Tunggak mengatakan setiap agenda tersebut dirancang untuk memperlihatkan bagaimana kawasan transmigrasi kini berkembang menjadi pusat produksi komoditas unggulan dan penggerak ekonomi daerah.
"Di balik setiap produk unggulan yang lahir dari kawasan transmigrasi, ada cerita perjuangan, inovasi, dan keberhasilan masyarakat dalam membangun kehidupan yang lebih baik. Cerita-cerita itulah yang ingin kami perkenalkan kepada masyarakat luas," katanya.
Pewarta : Sutarmi
Editor:
Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026