Studi: Pendaki Everest Hasilkan 6.000 Liter Urine Setiap Hari, Bikin Es Mencair

Kathmandu -

Gunung Everest menjadi salah satu impian para pendaki dunia. Tak disangka, kehadiran pendaki berkontribusi dalam mencairnya es di Everest.

Berdasarkan jurnal penelitian internasional yang diterbitkan di Regional Environmental Change yang berbasis di Jerman, sebagian besar urine pendaki dibuang langsung di area sekitar base camp Everest. Jurnal yang diterbitkan pada 29 Agustus itu menyebut bahwa urine langsung terbuang ke gletser.

Menurut laporan VN Express pada Jumat (11/92026), pendaki Everest menghasilkan lebih dari 6.000 liter urine setiap hari. Para peneliti menghitung bahwa panas yang dihasilkan dari 6.000 liter urine per hari saja dapat mencairkan sekitar 154 ton es selama musim pendakian yang berlangsung selama 50 hari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penyebab utamanya terletak pada banyaknya orang yang berkumpul di kawasan tersebut.

Selama musim pendakian musim semi, ribuan pendaki, pemandu, dan staf pendukung mendirikan sekitar 1.600 tenda di base camp, mengubahnya menjadi permukiman sementara yang dilengkapi dengan kedai kopi, internet berkecepatan tinggi, fasilitas mandi air hangat, TV layar lebar, dan sistem pemanas lantai di dalam tenda.

Studi tersebut juga mencatat bahwa kawasan di sekitar base camp mengalami pemanasan lebih cepat. Suhu permukaan rata-rata naik sebesar 0,28 derajat Celsius per tahun sepanjang tahun 1991 hingga 2023, berdasarkan data citra satelit Landsat. Angka ini hampir dua kali lipat dari tingkat kenaikan suhu di area gletser Khumbu di sekitarnya.

Dampak nyata aktivitas manusia bisa jadi jauh lebih besar daripada perkiraan tersebut.

Studi ini belum memperhitungkan panas yang dihasilkan oleh penerbangan helikopter, panas tubuh para pendaki, atau panas yang dilepaskan oleh kawanan yak yang mengangkut barang.

Selain dampak termal, Gunung Everest juga dibebani oleh lebih dari 50 ton sampah. Ini menjadikannya sebagai tempat pembuangan sampah tertinggi di dunia, menurut National Geographic.

Inisiatif pemberian imbalan uang untuk sampah yang baru-baru ini dilakukan oleh Nepal sempat dihentikan setelah pendaki gagal membersihkan lereng-lereng yang lebih tinggi.

Para peneliti menegaskan bahwa perubahan iklim tetap menjadi penyebab utama mencairnya gletser di Everest.

Namun, keberadaan ribuan orang dan volume urine yang mereka hasilkan setiap hari dinilai sebagai salah satu faktor tidak berkelanjutan bagi kelestarian gletser Everest.

Terletak pada ketinggian sekitar 5.364 meter, Everest Base Camp merupakan titik persiapan utama bagi ekspedisi pendakian sebelum mereka memulai perjalanan untuk menaklukkan puncak tertinggi di dunia. Tim peneliti merekomendasikan pertimbangan untuk memindahkan base camp dari lokasi gletser ke tempat lain di dekatnya yang lebih stabil dalam waktu dekat.

(bnl/wsw)