Sabtu, 18 Juli 2026 - 00:21 WIB
VIVA – Garam hampir tidak pernah absen dari dapur rumah maupun restoran karena statusnya sebagai bumbu utama dalam setiap masakan.
Baca Juga
Perannya sangat krusial untuk menciptakan cita rasa yang lezat dan menggugah selera.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Meski begitu, konsumsi garam atau makanan asin yang berlebihan bisa berdampak buruk bagi kesehatan.
Baca Juga
Saking khawatirnya, sebagian orang bahkan merasa takut menambahkan bumbu ini ke dalam masakan mereka demi membatasi asupannya.
Lantas, bagaimana sebenarnya pandangan dunia kesehatan terkait penggunaan garam dalam masakan?
Baca Juga
Penggunaan Garam Bagi Kesehatan
Dilansir dari YouTube dr Zaidul Akbar, garam sering dicap buruk hingga dihindari dalam masakan, dr. Zaidul Akbar justru berpandangan sebaliknya.
Menurutnya, bahan dapur yang satu ini sebaiknya jangan sampai ditinggalkan.
"Jangan tinggal garam, jangan musuhi garam karena selama ini garam tuh dimusuhin," tutur dr Zaidul Akbar.
dr. Zaidul Akbar mengingatkan bahwa pada hakikatnya garam tidak akan memicu masalah kesehatan, melainkan justru memberikan manfaat baik bagi tubuh selama porsinya tidak berlebihan.
"Asal garamnya bener dan tidak berlebihan insha Allah aman," ungkap dr Zaidul Akbar.
"Kalau anda baca hadits-hadits tentang garam banyak sekali," lanjutnya.
Ilustrasi garam
Photo :
- ilustrasi AI Gemini
Selain itu, menurut dr. Zaidul Akbar, garam juga sangat baik apabila dikonsumsi bersamaan dengan buah potong.
"Maka jangan tinggal garam, makanya kalau anda makan buah, buah-buahan dipotong kalau dikasih garam di dalam perut kita tuh adem, asik dia. Nggak kembung gitu," jelas dr Zaidul Akbar.
"Karena garam tuh efeknya banyak banget, efek ke tubuh kita termasuk ke asam lambung ya ke pencernaan," terusnya.
Alasan tersebut yang membuat dr. Zaidul Akbar menyarankan masyarakat untuk mengonsumsi buah-buahan, seperti semangka, dengan tambahan sedikit garam.
"Coba aja nanti kalau mau iseng coba makan semangka tanpa garam sama makan semangka pakai garam beda," kata dr Zaidul Akbar.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Beda diperut kitakan beda, ya jadi salah satu booster testosteron itu adalah atau estrogen itu adalah menggunakan garam," sambungnya.
Membatasi asupan garam harian memang langkah yang diperbolehkan, namun bukan berarti kita harus menghilangkannya sama sekali dari konsumsi sehari-hari.
Halaman Selanjutnya
"Jadi jangan tinggalkan garam," tandasnya.