Rabu, 29 Juli 2026 - 14:24 WIB
VIVA – Konfederasi Sepak Bola Eropa (UEFA) memprotes keras rencana FIFA soal menjual saham Piala Dunia. Hal ini akan menguntungkan Presiden Gianni Infantino secara pribadi.
Baca Juga
Pada Selasa (29/7/2026), rencana FIFA untuk menjual saham minoritas Piala Dunia mencuat ke publik. Wacana ini mencuat setelah pagelaran Piala Dunia 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Infantino telah mengindikasikan pemasukan FIFA dalam siklus empat tahunan diperkirakan akan melewati 15 miliar dolar Amerika Serikat. Hal itu sangat dipengaruhi oleh penyelenggaraan Piala Dunia 2026.
Baca Juga
Pada tahun ini, Piala Dunia untuk pertama kalinya diikuti oleh total 48 tim. Itu menjadi sejarah dalam sepak bola dan FIFA berniat untuk mengembangkannya.
Presiden FIFA Gianni Infantino berbincang dengan Donald Trump dan Luis de la Fuente
Photo :
- REUTERS/Lee Smith
Baca Juga
Dilaporkan oleh Reuters, FIFA akan menjual saham minoritas bernilai 4,2 miliar rupiah kepada investor swasta. Salah satu yang didekati adalah Joshua Kushner, yang merupakan saudara dari Jared Kushner, menantu dari Donald Trump.
Infantino menekankan bahwa sepak bola adalah olahraga terpopuler di dunia. Oleh karena itu, FIFA berniat untuk menambah nilai komersial yang bisa menjadi semakin tinggi ke depannya.
“Sebagian dari permainan ini telah mengubah popularitas itu menjadi nilai komersial yang luar biasa – dan kami merayakan kesuksesan itu dan ingin itu terus berlanjut, karena itu mengangkat seluruh permainan,” kata Infantino, dilansir dari Reuters.
Menurut laporan dari Times Sport, Infantino akan diuntungkan senilai puluhan juta euro secara pribadi dari kesepakatan tersebut. Hal ini pun diprotes oleh UEFA.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis di media sosialnya, UEFA menyatakan protes keras. Mereka mengatakan bahwa tindakan FIFA dalam hal ini telah melewati batas.
“Ini melewati batas dari institusi pemerintah sepak bola yang seharusnya tidak pernah dilewati. UEFA menganggapnya sangat serius,” demikian pernyataan resmi UEFA.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Jadi, demikian pula seharusnya tindakan dari setiap Asosiasi Sepak Bola Nasional. Demikian pula setiap pemangku kepentingan: liga, klub, pemain, suporter, pemerintah, dan semua orang yang peduli terhadap masa depan permainan,” tambah pernyataan resmi UEFA.
Menurut pernyataan UEFA, yang dilakukan FIFA adalah menjadikan sepak bola sebagai aset yang diperdagangkan. FIFA dinilai bertindak sebagai pemilik sepak bola, yang seharusnya tidak dimiliki oleh siapa pun.
Halaman Selanjutnya
“Jiwa dan tata kelola sepak bola bukanlah aset untuk ditukar – terutama tanpa adanya transparansi kepada pihak yang diuntungkan secara finansial. Tidak satu pun dari kita yang merupakan pemilik sepak bola. Itu bukanlah hak FIFA untuk dijual,” sambungnya.