Gorontalo (ANTARA) - Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 tahun 2026 di Kabupaten Gorontalo dimanfaatkan Pemerintah Provinsi Gorontalo untuk memperkenalkan kuliner khas daerah tiliaya kepada generasi muda.
Hal itu terlihat dalam sejumlah agenda yang dihadiri Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie bersama Bupati Gorontalo Sofyan Puhi dan Ketua TP-PKK di Taman Limboto, pada Kamis.
Pada peringatan HAN tahun ini, Pemprov Gorontalo mengangkat tiliaya sebagai simbol kecintaan terhadap budaya dan pangan lokal. Kegiatan makan bersama tiliaya menjadi sarana untuk menanamkan rasa bangga terhadap identitas budaya Gorontalo sekaligus memperkenalkan pangan lokal kepada anak-anak.
Wagub Idah mengatakan pelestarian kuliner khas daerah perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan generasi muda.
"Dari tadi pagi ada tiga kegiatan Hari Anak yang sudah kita laksanakan. Ditambah ada pembagian tiliaya dari Bank SulutGo kepada 500 siswa. Kearifan lokal berupa makanan tiliaya ini harus dipertahankan dan terus dilestarikan," ujar Idah.
Menurut dia, tiliaya memiliki filosofi dan kandungan bahan pangan yang dapat mendukung kesehatan. Kuliner tersebut berbahan dasar gula merah, telur, santan, dan rempah-rempah.
Selain mengenalkan budaya lokal, Idah mengajak anak-anak menerapkan pola hidup sehat melalui tujuh kebiasaan anak hebat, yakni bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat, bersosialisasi, gemar belajar, dan tidur lebih awal.
Ia juga mengingatkan anak-anak untuk membatasi penggunaan telepon genggam agar memiliki waktu istirahat yang cukup dan tetap bugar dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
"Kalau ingin menjadi anak yang hebat, maksimal pukul 10 malam sudah harus tidur agar keesokan harinya badan segar dan siap mengikuti berbagai kegiatan. Kebiasaan baik inilah yang akan membentuk generasi yang sehat dan berkualitas," katanya.
Pada kesempatan itu, Wagub juga menyampaikan dukungannya terhadap keberadaan Forum Anak Kabupaten Gorontalo sebagai wadah bagi anak-anak untuk menyampaikan aspirasi, mengembangkan ide, dan saling menguatkan, termasuk dalam menjaga kesehatan mental.
Idah menyambut baik usulan agar Forum Anak rutin menggelar kegiatan setiap bulan sehingga semakin banyak ruang bagi anak-anak untuk menyampaikan pendapat dan berpartisipasi dalam pembangunan.
"Mudah-mudahan harapan Ketua Forum Anak, Pemerintah Kabupaten, dan Pemerintah Provinsi bisa kita wujudkan bersama. Mari saling membantu, saling menguatkan, dan menjaga kesehatan mental anak agar cita-cita mewujudkan Indonesia Emas 2045 dapat tercapai," kata Idah.
Pewarta: Faradila Alim
Editor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.