Wamendikdasmen sebut Sekolah Terintegrasi jadi pusat mutu pendidikan daerah

Wamendikdasmen sebut Sekolah Terintegrasi jadi pusat mutu pendidikan daerah

Jumat, 7 Agustus 2026 15:17 WIB

Image Print

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq berinteraksi dengan calon murid Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat pada Kamis (6/8/2026). ANTARA/HO-Humas Kemendikdasmen

Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq mengatakan kehadiran Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) menjadi pusat mutu pendidikan di daerah guna melahirkan generasi unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Menurut dia keberadaan SNT tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga merupakan bagian dari ikhtiar pemerintah menyiapkan generasi unggul dan calon pemimpin Indonesia pada masa depan.

Dalam rilis yang disiarkan di Jakarta pada Jumat, Wamendikdasmen Fajar pun menyampaikan selamat kepada seluruh calon murid yang berhasil lolos seleksi.

Ia mengatakan kesempatan menjadi bagian dari angkatan pertama SNT merupakan amanah yang perlu dijaga dengan kesungguhan belajar, kerja keras, dan semangat untuk terus berkembang.

“SNT adalah simbol pusat mutu pendidikan yang ada di daerah masing-masing. Ketika Kabupaten Cianjur memiliki SNT, berarti Cianjur memiliki pusat mutu pendidikan yang diharapkan mampu melahirkan generasi terbaik bagi daerah maupun bangsa,” ujar Fajar.

Pemerintah, lanjut Fajar, menaruh perhatian besar terhadap pengembangan SNT melalui penyediaan infrastruktur pendidikan dan penyiapan guru-guru terbaik.

Fasilitas yang disiapkan tersebut diharapkan menjadi ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi sekaligus membangun karakter sebagai bekal menghadapi masa depan.

“Kemewahan yang diperoleh di SNT harus dibayar dengan prestasi, kerja keras, dan manfaat yang kelak diberikan kepada masyarakat. Pemerintah menaruh harapan besar kepada generasi muda yang akan tumbuh di sekolah ini untuk menjadi bagian dari pemimpin Indonesia pada masa mendatang,” katanya.

Lebih lanjut, Fajar mengingatkan perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (artificial intelligence), menuntut pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik.

Menurut dia, pendidikan juga harus membentuk karakter, kepekaan sosial, dan kemampuan menjadi manusia yang utuh.

“Kalau hanya mengejar kepintaran, teknologi akan berkembang sangat cepat. Yang membedakan manusia adalah hati, jiwa, karakter, dan kepedulian. Itulah inti pendidikan,” katanya.

Guna menjawab tantangan tersebut, Fajar menjelaskan bahwa pembelajaran di SNT mengadopsi Pembelajaran Mendalam (deep learning) yang mendorong peserta didik menjadi subjek pembelajaran melalui kebiasaan bertanya, berpikir kritis, dan aktif mengembangkan gagasan.

Pendekatan tersebut diharapkan melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, namun juga mampu menghadirkan solusi bagi lingkungan dan masyarakat.

Pewarta : Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026