Wapres berduka dan memastikan penanganan pascagempa magnitudo 7,7 di NTT maksimal

Wapres berduka dan memastikan penanganan pascagempa magnitudo 7,7 di NTT maksimal

Sabtu, 15 Agustus 2026 12:42 WIB

Image Print

Warga melintas di depan gedung Hotel Jayakarta yang rusak akibat gempa di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menyatakan gempa bumi berkekuatan 6,2 magnitudo dengan kedalaman 10 km di 46 kilometer timur laut Labuan Bajo itu terjadi pada pukul 06.13 WITA setelah sebelumnya gempa berkekuatan M 7,7 juga terjadi di timur laut Mbay Nagekeo, NTT. ANTARA FOTO/Gecio Viana/sth/nz

Jakarta (ANTARA) - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka menyampaikan duka dan keprihatinan kepada masyarakat yang terdampak gempa bumi magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) dan memastikan pemerintah akan melakukan penanganan secara maksimal.

"Pikiran dan doa saya bersama seluruh masyarakat yang terdampak, khususnya keluarga yang kehilangan anggota keluarganya, mengalami kerusakan tempat tinggal, maupun yang saat ini masih berada dalam situasi sulit akibat bencana," kata Wapres Gibran dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Terkait gempa yang terjadi di Kabupaten Nagekeo, NTT itu Wapres memastikan pemerintah akan berupaya maksimal untuk memastikan penanganan darurat, evakuasi, pendataan dampak bencana.

Tidak hanya itu, ia mengatakan pemerintah akan bergerak cepat dan berupaya melakukan penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak yang dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.

"Semoga seluruh masyarakat NTT diberikan kekuatan dan keselamatan, serta proses penanganan dan pemulihan dapat berjalan dengan sebaik-baiknya," kata Gibran.

Sebelumnya, gempa magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Kabupaten Nagekeo pada Sabtu pagi. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) gempa tektonik itu terjadi di kedalaman 15 kilometer berpusat di laut pada jarak 38 kilometer timur laut Mbay, Nagekeo, pada Sabtu pukul 04.58 WIB.

Guncangan kuat dirasakan selama kurang lebih satu menit di Nagekeo, Sikka, Manggarai Barat, hingga menyebar ke Bima (NTB) dan sejumlah wilayah Sulawesi Selatan seperti Jeneponto, Kepulauan Selayar, serta Maros.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengonfirmasi bahwa hingga Sabtu pagi ini, dua orang meninggal dunia akibat gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Kabupaten Nagekeo, NTT, tersebut.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan di Jakarta, Sabtu, mengatakan dua korban jiwa tersebut tercatat berada di kawasan Pelabuhan El Say, Kabupaten Sikka

Pewarta : Prisca Triferna Violleta
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.