YBTI siapkan lahan tujuh hektare untuk Sekolah Rakyat di Koya Koso

YBTI siapkan lahan tujuh hektare untuk Sekolah Rakyat di Koya Koso

Sabtu, 5 September 2026 05:47 WIB

Image Print

Suasana foto bersama usai menghadiri FGD Sekolah Rakyat Terpadu Koya Koso,bertempat Kota Jayapura, Papua,Kamis (3/9). ANTARA/HO- YBTI Jayapura

Jayapura (ANTARA) - Yayasan Bhinneka Tunggal Ika (YBTI) Jayapura menyiapkan lahan sekitar tujuh hektare di Koya Koso, Distrik Abepura, Kota Jayapura, untuk pembangunan Sekolah Rakyat Terpadu.

Ketua Yayasan Bhinneka Tunggal Ika Jayapura M Ali Kastella Bay di Jayapura, Jumat, mengatakan kesiapan lahan tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam persiapan pembangunan Sekolah Rakyat yang kini memasuki tahap III.

"Saat ini kami berada pada tahap penyiapan serta pemenuhan Readiness Criteria,” katanya.

Menurut Ali, Readiness Criteria tidak hanya berkaitan dengan kelengkapan administrasi, tetapi juga memastikan kesiapan lokasi, perencanaan, tata ruang, dokumen teknis dan lingkungan, serta infrastruktur pendukung pembangunan.

"Untuk itu, pada Kamis (3/9) kami bersama Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ) menggelar Focus Group Discussion (FGD) guna membahas kesiapan pengembangan Sekolah Rakyat Terpadu yang direncanakan berlokasi di Kampung Koya Koso, Distrik Abepura, Kota Jayapura," katanya.

Dia menjelaskan proses pengajuan pembangunan Sekolah Rakyat secara resmi telah dilakukan sejak 5 Maret 2026 melalui permohonan bantuan kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Menteri Sosial.

"Lalu usulan tersebut kemudian memperoleh rekomendasi dari Gubernur Papua pada April 2026 dan dukungan Komisi V DPR RI pada Mei 2026. Selanjutnya, pada 21 Juli 2026, Kementerian Sosial menetapkan usulan lokasi pembangunan Sekolah Rakyat Terpadu IIIa yang mencakup lokasi tersebut," katanya lagi.

Dia menambahkan kini sejumlah dokumen persyaratan telah tersedia, sementara dokumen lingkungan, kesesuaian kegiatan pemanfaatan ruang, persetujuan bangunan gedung (PBG), serta kesiapan lahan masih dalam proses penyiapan.

"Untuk itu melalui kegiatan FGD kami berharap masukan dan rumusan tersebut menjadi kebutuhan, sekaligus merumuskan langkah tindak lanjut bersama pemerintah dalam mendukung kesiapan pembangunan Sekolah Rakyat Terpadu di Koya Koso," ujarnya.

Pewarta : Qadri Pratiwi
Editor: Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026