Warta Ekonomi, Jakarta -
Nepal kini dihadapkan pada ancaman mematikan berupa banjir bandang susulan. Bencana ini dipicu oleh longsoran gletser Himalaya yang menciptakan danau penghalang (barrier lake) dari tumpukan material longsor di perbatasan Nepal dan Tibet, China.
Dua hari pasca-banjir dahsyat yang menyapu sebagian wilayah Nepal dan Tibet pada Rabu lalu, aliran sungai baru dilaporkan jebol pada Jumat. Kondisi darurat ini memaksa otoritas setempat menghentikan sementara operasi penyelamatan darurat.
Berdasarkan data evakuasi terkini, rentetan banjir bandang dan tanah longsor tersebut telah mencatatkan angka fatalitas yang masif:
469 orang dilaporkan meninggal dunia.
Lebih dari 1.000 orang masih berstatus hilang di wilayah Nepal dan Tibet.
Danau Penghalang Mulai Meluap
Material puing di lokasi bencana telah membendung aliran lembah dan membentuk danau baru yang terus mengalami kenaikan debit air. Birokrat senior Distrik Rasuwa, Narendra Pariyar, mengonfirmasi bahwa danau penghalang tersebut sudah menunjukkan tanda-tanda meluap pada Jumat.
"Kami melihat muka air sungai naik. Kami belum mengetahui pasti seberapa besar ukuran danau dan seberapa tinggi muka airnya, yang jelas debit air di hilir terus meningkat," ungkap Pariyar.
Para ilmuwan mencatat bahwa bencana longsor ini secara spesifik telah membentuk dua danau baru yang berisiko tinggi:
1. Danau Atas: Terletak di dataran tinggi dekat gletser, tempat terperangkapnya air lelehan es.
2. Danau Bawah: Memiliki ukuran jauh lebih besar dan sangat berbahaya, terbentuk di aliran sungai Nepal akibat longsor raksasa yang menyumbat seluruh lembah.
Otoritas Pengurangan Risiko Bencana dan Manajemen Nasional Nepal (NDRRMA) bersama otoritas China telah mengeluarkan peringatan keras terkait ancaman jebolnya bendungan alami ini, mengingat muka air yang terus meninggi.
Sebagai bentuk respons cepat, pemerintah China telah mengerahkan tim teknis beranggotakan delapan orang untuk melakukan survei udara dan membuat pemodelan 3D di lokasi danau penghalang, mengingat akses darat yang masih lumpuh.
"Setelah longsoran gletser membentuk danau, banyak tebing curam dan terisolasi yang muncul di sepanjang tepian danau, memperumit medan," jelas insinyur teknis China, Chen Hanxiao.
Mengingat kondisi tebing yang labil, ancaman sapuan banjir bah baru diprediksi masih sangat tinggi jika bendungan puing tersebut sepenuhnya jebol, demikian laporan dari Aljazeera.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat