BNPB padamkan 3.799,73 hektare karhutla di enam provinsi

BNPB padamkan 3.799,73 hektare karhutla di enam provinsi

Kamis, 1 Oktober 2026 19:43 WIB

Image Print

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Panjaitan secara virtual dalam konferensi pers Desk Koordinasi Penanggulangan Karhutla di Kemenko Polkam, Jakarta, Kamis (1/10/2026). (ANTARA/Devi Nindy)

Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama tim gabungan berhasil memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas 3.799,73 hektare di enam provinsi prioritas di Sumatera dan Kalimantan selama periode 24-30 September 2026.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Panjaitan mengatakan upaya pemadaman terus dilakukan untuk memperkecil selisih antara luas lahan terbakar dan area yang berhasil dipadamkan, terutama pada lahan gambut.

"Di grafik ini kita berusaha untuk memperkecil jumlah lahan yang terbakar dengan memadamkannya," kata Berton secara virtual dalam konferensi pers Desk Koordinasi Penanggulangan Karhutla di Kemenko Polkam, Jakarta, Kamis.

Berdasarkan data BNPB, Sumatera Selatan mencatatkan luas pemadaman tertinggi, yakni 1.554,46 hektare. Selanjutnya, Kalimantan Tengah mencapai 846 hektare dan Jambi sebanyak 477,50 hektare.

Adapun di Kalimantan Barat, luas lahan yang berhasil dipadamkan mencapai 413,30 hektare, disusul Kalimantan Selatan 349,44 hektare dan Riau 96,03 hektare.

Berton mengatakan kondisi karhutla di lapangan sangat dinamis sehingga data luas kebakaran dan pemadaman dapat berubah dari waktu ke waktu.

Sumatera Selatan menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian karena terjadi peningkatan luas lahan terbakar dalam dua hari terakhir periode pemantauan. Meski demikian, upaya pemadaman di provinsi tersebut terus dioptimalkan sehingga selisih antara luas lahan terbakar dan area yang berhasil dipadamkan semakin kecil.

Sementara itu, hujan alami di Riau membantu menekan luas kebakaran sehingga area yang masih terbakar relatif kecil.

Berdasarkan perbandingan data 29 dan 30 September 2026, Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah mengalami peningkatan luas lahan yang belum berhasil dipadamkan. Di Kalimantan Tengah, luas area yang belum padam bertambah lebih dari 14 hektare dibandingkan sehari sebelumnya.

BNPB bersama tim gabungan terus mengupayakan pemadaman di titik-titik api aktif, terutama pada lahan gambut dan kebakaran bawah permukaan yang berpotensi menyebar ke area lain.

Penanganan juga diprioritaskan pada wilayah dengan potensi penyebaran api tinggi, termasuk kawasan yang sulit dijangkau dan memiliki keterbatasan sumber air untuk pemadaman.

"Secara umum, situasi karhutla di enam provinsi prioritas terus dilaksanakan penanganan dan setiap hari banyak area yang berhasil dipadamkan," kata Berton.

Ia berharap hujan alami segera turun untuk membantu mengurangi jumlah titik api yang harus ditangani tim gabungan, sekaligus mendukung upaya pengendalian karhutla di wilayah rawan.

"Kami tetap berdoa agar hujan segera turun secara alami sehingga di beberapa provinsi ini akan mengecil jumlah api yang akan kita padamkan," ujar dia.

BNPB mengimbau seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat di daerah rawan untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla, terutama di tengah kondisi cuaca kering yang dapat meningkatkan risiko kebakaran pada lahan gambut.

Pewarta : Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026