Daihatsu Bongkar Alasan Konsumen Kini Ogah Cepat Ganti Mobil

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:37 WIB

Tangerang, VIVA – Daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih mulai mengubah perilaku konsumen otomotif di Indonesia. Sebagian pemilik kendaraan kini memilih menunda pembelian mobil baru dan mempertahankan kendaraan yang sudah dimiliki.

Baca Juga

Fenomena tersebut turut dirasakan PT Astra Daihatsu Motor (ADM). Di tengah kondisi pasar yang masih menantang, penjualan suku cadang Daihatsu justru tercatat mengalami peningkatan dibandingkan tahun lalu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Marketing Director dan Corporate Function Director PT Astra Daihatsu Motor, Rokky Irvayandi, mengatakan kenaikan tersebut kemungkinan berkaitan dengan konsumen yang menunda penggantian kendaraan.

Baca Juga

"Untuk performance penjualan spare parts, ada peningkatan dibandingkan dengan tahun lalu," ujar Rokky belum lama ini di ICE BSD, Tangerang Selatan.

Rokky mengaku tidak membawa angka detail mengenai pertumbuhan penjualan suku cadang tersebut. Namun, ia memperkirakan kenaikannya sudah berada di kisaran dua digit atau belasan persen.

Baca Juga

Menurutnya, salah satu kemungkinan penyebabnya adalah konsumen yang memilih tetap menggunakan kendaraan lama karena menunda pembelian mobil baru.

"Bisa jadi karena ada customer-customer yang melakukan penundaan untuk pembelian atau penggantian kendaraannya. Dengan demikian, ya masih tetap menggunakannya," kata Rokky.

Kondisi tersebut menunjukkan adanya perubahan pola konsumsi di tengah pasar otomotif yang masih menghadapi tantangan daya beli. Konsumen tidak kemudian berhenti membutuhkan kendaraan, tetapi lebih berhati-hati menentukan waktu untuk mengganti mobil.

Ketika mobil baru belum menjadi prioritas, kendaraan yang sudah dimiliki harus tetap digunakan. Konsekuensinya, kebutuhan terhadap servis, perawatan, hingga penggantian komponen bisa ikut meningkat.

Fenomena ini menjadi menarik karena terjadi bersamaan dengan upaya industri otomotif untuk mendorong penjualan kendaraan baru. Bagi konsumen, mempertahankan mobil lama bisa menjadi pilihan yang lebih rasional ketika kondisi ekonomi belum memungkinkan untuk mengambil kendaraan baru.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Daihatsu sendiri sebelumnya menyebut bahwa sekitar 66 persen konsumennya merupakan pembeli mobil pertama. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan rata-rata pasar yang berada di kisaran 54 persen.

Sebagian besar pembeli mobil pertama Daihatsu juga sebelumnya menggunakan sepeda motor. Artinya, kemampuan masyarakat untuk melakukan peralihan dari kendaraan roda dua ke mobil masih menjadi salah satu faktor penting bagi pertumbuhan pasar.

Halaman Selanjutnya

Di sisi lain, harga kendaraan juga menjadi pertimbangan konsumen. Daihatsu telah melakukan penyesuaian harga mulai 1 Juli 2026 dengan kenaikan sekitar Rp1 juta hingga Rp4 juta, tergantung model dan variannya.