Disdik Mataram mengratiskan pengadaan atribut sekolah

Mataram (ANTARA) - Dinas Pendidikan Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, bakal menggratiskan pengadaan atribut atau bet lokasi sekolah siswa sebagai dampak dari kebijakan perubahan nomenklatur nama sekolah, agar tidak membebani para orang tua siswa.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram H Yusuf, di Mataram, Kamis, mengatakan, keputusan akhir mengenai opsi penggratisan itu masih akan dibahas lebih lanjut bersama para kepala sekolah.

"Kami akan kumpulkan kepala sekolah, apakah gratis atau seperti apa. Yang jelas ada potensi ke arah sana (gratis), agar tidak membebani orang tua," katanya.

Mulai tahun ajaran baru 2026/2027, Dinas Pendidikan Kota Mataram telah menerapkan perubahan nama sekolah khusus sekolah dasar (SD) negeri se-Kota Mataram, yang disesuaikan dengan nomor urut pendirian.

Namun khusus untuk pengadaan bet lokasi nama sekolah baru, Disdik Mataram membuka potensi untuk memberikan atribut tersebut secara gratis kepada para siswa agar tidak membebani orang tua.

Sedangkan untuk penggantian seragam misalnya untuk seragam olahraga atau seragam lainnya yang sudah disablon langsung nama sekolah, Disdik akan mengeluarkan surat imbauan kepada kepala sekolah se-Kota Mataram.

Dalam surat imbauan itu, Disdik meminta agar pihak sekolah tidak terburu-buru menginstruksikan pembelian seragam baru maupun penggantian lokasi atribut atau bet sekolah.

Kebijakan tersebut saat ini masih dalam tahap pembahasan internal bersama para kepala bidang dan surat himbauan resmi direncanakan terbit untuk memberikan arahan jelas kepada sekolah-sekolah di wilayah Kota Mataram.

Baca juga: Disdik Mataram meminta guru pastikan MBG sebelum dibagikan ke siswa

"Kami buatkan imbauan bagi sekolah-sekolah agar tidak membebani orang tua," katanya.

Ia mengatakan perubahan nama sekolah secara otomatis mengubah nama nomenklatur dan logo bet lokasi sekolah. Meski demikian, pihak Disdik meminta agar sekolah membiarkan siswa menggunakan seragam dan atribut yang ada saat ini.

Penyesuaian atribut seperti bet lokasi maupun seragam olahraga diharapkan baru dilakukan secara bertahap pada tahun ajaran baru mendatang yakni 2027/2028.

"Biarkan saja dulu anak-anak menggunakan apa adanya dan mulai diatur pada tahun ajaran baru. Prinsipnya, jangan sampai membebani orang tua," katanya.

Pewarta : Nirkomala
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026