Harga Ayam dan Telur Mulai Menanjak di Jakarta

Jakarta, CNN Indonesia --

Harga sejumlah komoditas pangan di beberapa pasar di Jakarta terpantau naik pekan ini, termasuk daging ayam ras dan telur ayam ras.

Mengacu laman Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP), harga rata-rata nasional daging ayam ras naik menjadi Rp37.302 per kilogram (kg) pada Jumat (24/7) dengan Harga Acuan (HA) yang dipakai pemerintah adalah Rp40 ribu per kg.

Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com di Pasar Tebet Timur, Jakarta Selatan pada Jumat (24/7), harga daging ayam ras dijual Rp40 ribu per ekor dengan berat kurang lebih satu kg dari semula Rp35 ribu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara, untuk daging ayam ras dengan berat sekitar 1,7 kg dibanderol Rp50 ribu per ekor dari sebelumnya Rp45 ribu.

Suasana pasar itu juga cenderung sepi, tidak terlalu banyak masyarakat yang berlalu lalang atau bertransaksi dengan pedagang di sana.

Oman, pedagang daging ayam ras di pasar tersebut mengaku kenaikan harga terjadi sejak pekan lalu, tepatnya saat program Makan Bergizi Gratis (MBG) dimulai kembali.

"Ayam sekarang saya jual Rp40 ribu per ekor, beratnya kurang lebih sekilo lah mas. Ya ini naik dari minggu lalu sih, karena MBG udah mulai lagi kali ya buat ke sekolah-sekolah," beber Oman saat ditemui CNNIndonesia.com, Jumat (24/7).

Selain daging ayam ras yang melonjak, harga telur ayam ras di pasar itu juga ikut naik hingga tembus Rp29 ribu per kg.

Mengacu situs SP2KP, harga rerata nasional telur ayam ras naik menjadi Rp27.294 per kg dengan HA yang dipakai pemerintah adalah Rp30 ribu per kg.

Seorang pedagang berbagai bahan pokok, Hamid, mengungkapkan harga telur ayam ras telah naik menjadi Rp29 ribu per kg dari semula Rp24 ribu.

"Walah iya ini (harga telur ayam ras) naik, MBG udah ada dari minggu kemaren jadinya berebutan kali dari distributornya," tutur dia.

Lebih lanjut, beberapa sayuran, seperti buncis, kacang panjang, dan timun juga ikut melonjak imbas mulai disalurkan kembali MBG.

Mentari (bukan nama sebenarnya), pedagang berbagai sayuran dan bahan bumbu itu turut merasa terimpit seiring kenaikan harga.

Ia membeberkan harga sayuran justru naik hingga dua kali lipat dibandingkan harga bahan bumbu, seperti bawang merah, bawang putih, dan cabai-cabaian.

Saat ini, Mentari menjual buncis seharga Rp30 ribu per kg dari semula Rp15 ribu per kg, kacang panjang dijual Rp28 ribu per kg dari sebelumnya Rp12 ribu per kg, sedangkan timun dibanderol Rp20 ribu per kg dari Rp10 ribu per kg.

"Untung saya jadi makin kecil. Ya sayuran yang malah naik mas, kalau bawang dan cabe stabil sih, beda sama pas lebaran," ceritanya.

Harga sejumlah komoditas pangan juga naik di Pasar Bendungan Hilir, Jakarta Pusat.

Salah satu penjual daging ayam ras di pasar itu, Tutiyani saat ini menjual daging ayam ras seharga Rp50 ribu per ekor dengan berat sekitar 1,8 kg yang sebelumnya dijual Rp45 ribu per ekor.

"Walah iya mas dari sananya (supplier/peternak) udah naik mas, sekarang saya jual Rp50 ribu (per ekor), kemarin sih Rp45 ribu (per kg)," jelas Tutiyani.

Lebih lanjut, Dendi, pedagang berbagai bahan pokok menyampaikan saat ini menjual telur ayam ras dengan harga Rp28 ribu per kg dari semula Rp23 ribu per kg.

[Gambas:Youtube]

"Dari minggu lalu sih mas, (harga) telur naik lagi jadi Rp28 ribu (per kg). Sebelumnya mah Rp23 ribu (per kg)," kata Dendi.

"Mungkin kita harus terbiasa kali ya mas sekarang harga naik turun bukan pas mau lebaran aja, tapi karena MBG juga hahaha," sambungnya sambil bercanda.

Harga beberapa sayuran juga ikut naik di pasar itu, salah satunya timun. Kusminah, penjual berbagai macam sayuran menjelaskan harga timun telah melonjak tinggi, dari semula Rp10 ribu per kg menjadi Rp20 ribu per kg.

"Kalau perbumbuan, bawang, cabe ya (harganya) sama aja sih. Anu paling timun sih ini, masa iya sekarang harus jual Rp20 ribu (per kg)," sebutnya.

(fln/sfr)

Add

as a preferred
source on Google