Kemendikdasmen siapkan desain besar pemenuhan guru nasional

Bandarlampung (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) sedang menyiapkan desain besar pemenuhan guru nasional yang terintegrasi.

"Kebijakan ini mencakup pendidikan calon guru, Pendidikan Profesi Guru (PPG), sertifikasi, pengembangan kompetensi, hingga perencanaan kebutuhan guru secara nasional," kata Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq saat dikonfirmasi di Bandarlampung, Sabtu.

Ia mengatakan langkah tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden Prabowo Subianto untuk membangun tata kelola guru yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.

Baca juga: Kemarin, pendaftaran PPG Prajabatan hingga Job Fair Nasional

"Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti telah menindaklanjuti arahan Bapak Presiden untuk menyiapkan desain besar pemenuhan guru nasional, termasuk penataan tata kelola guru. Kami melihat adanya dukungan kuat dari kementerian dan lembaga terkait dalam menyelesaikan persoalan guru," kata dia.

Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan bagian dari implementasi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan pembangunan sumber daya manusia sebagai salah satu prioritas utama pembangunan nasional.

"Di tengah proyeksi meningkatnya kebutuhan guru dalam beberapa tahun mendatang, pemerintah menilai reformasi pendidikan guru tidak cukup hanya dilakukan dengan menambah jumlah lulusan," kata dia.

Namun, lanjut dia, yang lebih penting, yaitu membangun sistem yang mampu menyelaraskan kebutuhan guru nasional dengan proses pendidikan, sertifikasi, serta pengembangan profesi guru secara berkelanjutan.

"Kualitas pendidikan pada akhirnya ditentukan oleh kualitas guru. Karena itu, penguatan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) harus menjadi bagian dari reformasi pendidikan nasional, bukan sekadar sebagai penyelenggara Pendidikan Profesi Guru," katanya.

Fajar menegaskan cita-cita mewujudkan Indonesia Emas 2045 harus dimulai dari peningkatan kualitas guru.

Baca juga: Kemendikdasmen siapkan redistribusi penuhi kekurangan 498 ribu guru

Baca juga: Sebanyak 26.885 guru ikuti Pendidikan Guru Penggerak Angkatan ke-10

"Jika kita ingin mewujudkan Indonesia Emas 2045, titik berangkatnya adalah guru. Tidak ada transformasi pendidikan yang berhasil tanpa guru yang profesional, kompeten, dan terus berkembang," ujarnya.

Ia mengungkapkan bahwa Indonesia sebenarnya memiliki potensi besar dalam memenuhi kebutuhan guru. Dalam satu dekade terakhir, tercatat terdapat surplus sekitar 1,6 juta lulusan sarjana pendidikan.

"Potensi tersebut, perlu dioptimalkan melalui penyelenggaraan PPG Calon Guru yang disusun berdasarkan kebutuhan riil satuan pendidikan, sehingga distribusi guru dapat lebih tepat sasaran," katanya.

Pewarta: Dian Hadiyatna
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.