Menhut: Jambi perlu operasi modifikasi cuaca untuk atasi karhutla - ANTARA News Jambi

Jambi (ANTARA) - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyebutkan Provinsi Jambi masih berada di posisi keenam jumlah titik panas (hotspot) skala nasional sehingga tetap diperlukan upaya Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Posisi titik panas di wilayah Jambi di bawah Riau, Sumatera Selatan, dan sejumlah daerah di Kalimantan hingga 25 Agustus 2026.

"Jambi unik karena memiliki gambut yang dalam dan ini dikhawatirkan bisa berpotensi terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), maka tetap diperlukan OMC," kata Menhut Raja Juli Antoni di Jambi, Selasa.

Berdasarkan data BMKG, puncak musim kemarau di Jambi masih panjang sehingga kewaspadaan terhadap karhutla harus tetap ditingkatkan.

Untuk mempercepat penurunan titik panas, kata dia, Kementerian Kehutanan (Kemenhut) akan mendukung penuh pelaksanaan OMC di Jambi pada 27 sampai 30 Agustus 2026.

"Di Jambi sudah siap dengan pesawat untuk melakukan OMC. Kementerian akan dukung penuh agar hujan bisa turun di Jambi," ujar Menhut.

Menhut menegaskan jika hasil evaluasi di Jambi butuh helikopter untuk mengatasi karhutla, maka heli segera digeser ke Jambi. PIhaknya juga sudah menyiapkan masker.

Menhut  menegaskan Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajaran untuk terus memantau karhutla di seluruh Indonesia. Karena itu pemerintah daerah diminta tidak segan meminta bantuan ke pusat terkait penanganan karhutla.

Ia juga menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam mengatasi karhutla dengan tidak membuka lahan atau kebun dengan cara membakar.

"Untuk penegakan hukum, Gakkum Kementerian Kehutanan dan Kementerian Lingkungan Hidup tidak akan pandang bulu. Gakkum juga tidak akan pandang pilih dalam menegakkan hukum terkait kasus karhutla di Jambi, baik perorangan maupun perusahaan, untuk ditindak sesuai arahan presiden," kata Menhut Raja Juli.

Pihaknya meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi tetap berkolaborasi dengan semua pihak dalam menangani karhutla. 

Sementara itu Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin melaporkan kondisi terkini kebakaran di Jambi. Luasan lahan yang terbakar sudah tercatat lebih dari 916 hektare.

Titik panas masih ditemukan di Desa Lubuk Kepayang, Kabupaten Sarolangun, Pandan Timur, Geragai, Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi.

Sementara itu Dirreskrimsus Polda Jambi Kombes Pol Taufik Nurmandia dalam pertemuan dengan Menhut menyebutkan untuk saat ini di Jambi ada tujuh kasus karhutla dengan delapan orang tersangka yang ada di beberapa Polres.

Delapan tersangka tersebut saat ini kasusnya sudah naik penyidikan di Polres Sarolangun dengan rincian Merangin masing-masing ada satu tersangka, Polres Tebo ada dua tersangka, dan Polres Tanjabbar ada empat tersangka.

Kepolisian daerah (Polda) Jambi juga sedang menyelidiki beberapa kasus lainnya dan dalam waktu dekat ini mengumumkan tersangka baru lagi dalam kasus karhutla di Provinsi Jambi.

Usai menggelar rapat bersama dengan Satgas Karhutla Jambi, Menhut Raja Juli Antoni langsung menuju lokasi karhutla yang ada di Kabupaten Tanjungjabung Timur dengan menggunakan kendaraan mobil atau jalur darat.

Menhut ditugaskan Presiden Prabowo ke Jambi untuk membantu menyelesaikan dan mencari solusi bersama dalam penanganan karhutla yang terus berulang beberapa tahun terakhir.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Titik panas keenam tertinggi, Menhut: Jambi perlu OMC atasi kathutla

Pewarta: Nanang Mairiadi
Editor : Siri Antoni

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.