Sabtu, 18 Juli 2026 - 00:06 WIB
VIVA – Emas telah lama menjadi salah satu instrumen investasi favorit masyarakat. Selain dikenal mampu menjaga nilai aset dalam jangka panjang, logam mulia juga sering menjadi pilihan saat kondisi ekonomi sedang tidak menentu.
Baca Juga
Tidak heran jika banyak orang membeli emas sebagai tabungan, investasi, hingga aset pelindung ketika terjadi gejolak pasar.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Namun, membeli emas hanyalah satu bagian dari strategi investasi. Banyak investor justru bingung menentukan kapan waktu yang tepat untuk menjual emas agar memperoleh keuntungan maksimal.
Baca Juga
Tidak sedikit yang memilih menahan emas terlalu lama karena berharap harga terus naik, sementara sebagian lainnya justru menjual terlalu cepat sehingga potensi keuntungan menjadi tidak optimal.
Lantas, kapan waktu terbaik menjual emas? Sejumlah analis dan pakar investasi menilai tidak ada tanggal atau bulan tertentu yang selalu menjadi momen ideal.
Baca Juga
Sebaliknya, keputusan menjual emas sebaiknya didasarkan pada tujuan investasi, kondisi ekonomi, serta pergerakan harga. Berikut beberapa kondisi yang dinilai menjadi waktu terbaik untuk melepas investasi emas, sebagaimana dilansir dari Money Control, Sabtu, 18 Juli 2026.
1. Saat Harga Emas Sudah Mencapai Target Keuntungan
Salah satu prinsip penting dalam berinvestasi adalah memiliki target keuntungan sejak awal. Karena itu, waktu terbaik menjual emas adalah ketika harga sudah mencapai target yang telah Anda tetapkan.
Sebagai contoh, jika sejak awal Anda menargetkan keuntungan 20 persen atau 30 persen, maka tidak ada salahnya merealisasikan keuntungan tersebut ketika target telah tercapai.
Cara ini membantu investor menghindari keputusan yang didorong rasa serakah karena berharap harga akan terus naik tanpa batas. Menentukan target keuntungan juga membuat keputusan investasi menjadi lebih disiplin dan terukur.
2. Ketika Inflasi Mulai Mereda dan Suku Bunga Tetap Tinggi
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Harga emas umumnya bergerak positif ketika inflasi tinggi atau kondisi ekonomi dipenuhi ketidakpastian. Pada situasi seperti itu, banyak investor beralih ke emas karena dianggap sebagai aset yang relatif aman.
Sebaliknya, ketika inflasi mulai terkendali dan bank sentral mempertahankan suku bunga tinggi, daya tarik emas bisa mulai berkurang. Investor cenderung kembali melirik instrumen lain yang menawarkan imbal hasil lebih menarik.
Halaman Selanjutnya
Apabila kondisi tersebut terjadi bersamaan dengan harga emas yang sudah berada di level tinggi, menjual sebagian kepemilikan dapat menjadi langkah yang layak dipertimbangkan.