AMBON (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), Maluku, menghadap ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) guna mempercepat tahapan pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) Blok Masela.
Bupati Kepulauan Tanimbar Ricky Jauwerissa dalam keterangan yang diterima di Ambon, Jumat, mengatakan percepatan proyek Blok Masela penting dilakukan karena pengembangannya tidak hanya berkaitan dengan ketahanan energi nasional, tetapi juga peluang pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di daerah.
"Karena itu, kami terus mendorong agar seluruh tahapan yang menjadi kewenangan pemerintah dapat dipercepat, sehingga pembangunan Lapangan Abadi Blok Masela dapat berjalan sesuai dengan target yang telah ditetapkan," kata dia.
Menurut dia, Pemkab Kepulauan Tanimbar siap mengawal proses pengembangan proyek tersebut, termasuk memastikan kepentingan masyarakat dan daerah dapat terakomodasi dalam setiap tahapan pelaksanaannya.
Dirinya mengatakan, keberadaan Blok Masela diharapkan memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi Kepulauan Tanimbar melalui pembukaan lapangan kerja, peningkatan aktivitas usaha masyarakat, serta tumbuhnya berbagai sektor pendukung proyek.
"Kami ingin masyarakat Tanimbar tidak hanya menjadi penonton, tetapi dapat mengambil bagian dalam peluang ekonomi yang muncul dari pengembangan proyek ini," ujarnya.
Ia menambahkan, koordinasi antara pemerintah pusat, Pemprov Maluku, Pemkab Kepulauan Tanimbar, SKK Migas, kontraktor kontrak kerja sama (KKKS), serta unsur terkait lainnya diperlukan agar berbagai persoalan yang dapat menghambat pelaksanaan proyek dapat segera diselesaikan.
Sementara itu, Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menekankan pentingnya mempercepat penyelesaian tahapan lahan sebagai bagian dari kesiapan pembangunan Lapangan Abadi Wilayah Kerja Masela.
"Percepatan appraisal dan verifikasi menjadi salah satu tahapan yang perlu diselesaikan untuk memberikan kepastian terhadap masyarakat terdampak sekaligus mendukung kesiapan pembangunan fisik proyek," kata dia.
Ia menjelaskan, penyelesaian tahapan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan pembangunan proyek dapat berjalan sesuai dengan target pemerintah.
Proyek LNG Abadi Masela merupakan salah satu PSN dalam agenda penguatan ketahanan energi nasional. Pengembangannya juga diharapkan mendorong investasi, membuka lapangan kerja, dan menggerakkan aktivitas ekonomi di Kepulauan Tanimbar.
Blok Masela merupakan wilayah kerja minyak dan gas bumi (migas) strategis yang berada di perairan Laut Arafura, lepas pantai Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku.
Wilayah kerja tersebut berjarak sekitar 150 kilometer dari Pulau Yamdena, Kepulauan Tanimbar. Lapangan utama di wilayah kerja ini adalah Lapangan Abadi (Abadi Gas Field) yang ditemukan pada 2000.
Pengembangan Lapangan Abadi Blok Masela diproyeksikan menghasilkan sekitar 9,5 juta ton gas alam cair (LNG) per tahun, 150 juta standar kaki kubik gas pipa per hari (MMSCFD), serta 35.000 barel kondensat per hari.
Nilai investasi proyek tersebut diperkirakan mencapai sekitar 20,9 miliar dolar AS. Pengembangan Lapangan Abadi ditargetkan mulai berproduksi (onstream) pada 2029.
Dalam pengembangannya, INPEX Masela Ltd. bertindak sebagai operator dengan kepemilikan participating interest sebesar 65 persen. Kepemilikan lainnya terdiri atas PT Pertamina Hulu Energi sebesar 20 persen dan Petronas Masela Sdn. Bhd. sebesar 15 persen.
Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Editor : Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.