Bima (ANTARA) - Sekretaris Daerah Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat Adel Linggi Ardi meminta manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bima memastikan ketersediaan petugas pada setiap jadwal kerja guna menjamin pelayanan pasien tetap berjalan selama 24 jam.
"Manajemen harus mengatur dengan baik dan memastikan tidak ada kekosongan petugas," kata Adel saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) sekaligus memberikan pengarahan kepada jajaran RSUD Bima di Aula RSUD Bima, Kamis.
Menurut Adel, pelayanan rumah sakit membutuhkan kerja sama seluruh unsur, mulai dari dokter, perawat, tenaga kesehatan hingga manajemen.
Ia meminta koordinasi antarunit diperkuat dan setiap pegawai menjalankan tugas sesuai tanggung jawabnya sehingga kebutuhan pasien dapat ditangani secara optimal.
Adel menegaskan pelayanan kesehatan merupakan kebutuhan dasar masyarakat sehingga kepentingan pasien harus menjadi prioritas dalam pelaksanaan tugas seluruh pegawai RSUD Bima.
Pengarahan tersebut dihadiri 837 karyawan RSUD Bima. Dalam kegiatan itu, Adel didampingi Asisten II Setda Kabupaten Bima Agus Salim, Kepala BPKAD Kabupaten Bima Aries Munandar, Sekretaris BKD dan Diklat Kabupaten Bima Laily Ramadhani, Kepala Bagian Organisasi Setda Kabupaten Bima Raani Wahyuni, serta sejumlah pejabat terkait.
Ia menjelaskan DMS memuat dokumen penting kepegawaian, antara lain ijazah, surat keputusan pengangkatan, dan riwayat jabatan yang terhubung dengan sistem SIASN serta mendukung manajemen talenta pegawai.
"Validitas data dalam sistem ini menjadi fondasi penting yang akan dijadikan dasar dalam kebijakan mutasi, rotasi, promosi, dan pengembangan karier," katanya.
Laily mengatakan pengecekan data tersebut perlu dilakukan seluruh pegawai sehubungan dengan rencana pelaksanaan profiling tahap III oleh BKD Kabupaten Bima.
Ia mengimbau ASN segera melakukan pengecekan mandiri dan memastikan dokumen kepegawaian dalam sistem lengkap serta valid untuk mendukung tertib administrasi kepegawaian daerah.
Pewarta : Ady Ardiansah
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026