Kota Bandung, Jabar (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, Jawa Barat, menjadikan peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 sebagai momentum mempercepat transformasi koperasi agar tidak lagi identik dengan usaha simpan pinjam semata, melainkan menjadi penggerak ekonomi digital serta pemberdayaan masyarakat.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan Kota Bandung memiliki modal besar untuk mengembangkan koperasi modern karena didukung sumber daya manusia yang kreatif serta ekosistem ekonomi digital yang terus berkembang.
"Koperasi bukan sekadar program politik atau kegiatan seremonial. Koperasi adalah bentuk nyata demokrasi ekonomi yang harus mampu meningkatkan kesejahteraan anggotanya sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat," kata Farhan di Bandung, Jabar, Rabu.
Menurut dia, koperasi di Kota Bandung harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman melalui digitalisasi, tata kelola yang profesional, serta inovasi model bisnis yang relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.
Ia mendorong lahirnya koperasi yang bergerak di sektor ekonomi kreatif dan startup digital, sehingga pembiayaan perusahaan rintisan tidak hanya bergantung pada modal ventura.
"Saya membayangkan suatu saat startup digital di Kota Bandung bisa tumbuh dari kekuatan anggota koperasi. Hari ini mungkin masih terdengar sebagai mimpi, tetapi beberapa tahun ke depan hal itu sangat mungkin diwujudkan," ujarnya.
Selain itu, ia mengusulkan penerapan konsep gamifikasi dalam pengelolaan koperasi sebagai sarana edukasi sekaligus meningkatkan partisipasi anggota melalui aplikasi digital yang interaktif.
Di sisi lain, Farhan mengingatkan pentingnya menjaga integritas koperasi, khususnya koperasi simpan pinjam, dengan menjalankan prinsip-prinsip koperasi secara benar dan transparan.
"Koperasi harus dikelola dengan semangat kebersamaan dan transparansi. Jangan sampai dijadikan kendaraan untuk kepentingan segelintir orang atau praktik yang merugikan anggota," katanya.
Ia juga mendorong pengurus koperasi memanfaatkan aplikasi pencatatan keuangan digital untuk memastikan seluruh aktivitas usaha dapat dipantau dan dipertanggungjawabkan secara terbuka.
"Jangan mengandalkan ingatan. Gunakan sistem pencatatan digital sehingga pengurus maupun anggota dapat memantau kondisi keuangan dan usaha kapan saja," ujarnya.
Farhan optimistis Kota Bandung dapat menjadi pelopor lahirnya wajah baru koperasi Indonesia yang berbasis inovasi, teknologi, dan semangat gotong royong.
"Tambang emas Kota Bandung adalah manusianya. Karena itu saya ingin wajah baru koperasi Indonesia lahir dari Kota Bandung, dengan ide-ide kreatif, inovasi digital, dan semangat gotong royong," katanya.
Pewarta: Rubby Jovan Primananda
Editor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.