Pemprov DIY memastikan penanganan medis siswa diduga keracunan MBG

Pemprov DIY memastikan penanganan medis siswa diduga keracunan MBG

Jumat, 7 Agustus 2026 20:14 WIB

Image Print

Komplek Kantor Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) (ANTARA/Hery Sidik)

Yogyakarta (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memastikan penanganan medis puluhan siswa SMK Negeri 1 Nanggulan yang diduga mengalami keracunan setelah sehari sebelumnya mengkonsumsi makanan Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Sejak menerima informasi tersebut, kami langsung berkoordinasi dengan pihak sekolah, Dinas Kesehatan, puskesmas, serta pihak terkait lainnya, untuk memastikan para siswa mendapatkan penanganan yang cepat dan memadai," kata Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY Raden Suci Rohmadi di Yogyakarta, Jumat.

Menurut dia, fokus utama saat ini adalah memastikan kondisi seluruh peserta didik terus dipantau hingga pulih. Sementara mengenai penyebab kejadian, pihaknya meminta masyarakat menunggu hasil investigasi dari instansi yang berwenang.

"Kami menunggu hasil investigasi dari instansi yang berwenang, sehingga informasi yang disampaikan kepada publik tetap berdasarkan fakta dan data yang dapat dipertanggungjawabkan," katanya.

Pemprov DIY, lanjutnya, juga mendukung penuh langkah evaluasi yang dilakukan penyelenggara MBG bersama instansi terkait sebagai upaya mencegah kejadian serupa pada masa mendatang.

Hasil evaluasi tersebut diharapkan menjadi bahan perbaikan agar pelaksanaan program yang menyangkut peserta didik dapat berlangsung semakin aman, berkualitas, dan memberikan rasa tenang bagi siswa maupun orang tua.

Berdasar laporan dari sekolah, lanjutnya, distribusi makanan MBG dari SPPG pada Senin (3/8) pukul 10.00–11.00 WIB dan dibagikan ke siswa pukul 11.30 WIB, pemeriksaan awal saat diterima dan didistribusikan tidak ditemukan kondisi fisik makanan yang mencurigakan dari segi warna, bau, maupun rasa.

Kemudian pada Selasa (4/8) pukul 07.00 WIB, sekolah menerima laporan pertama dari seorang siswa yang mengeluhkan sakit perut dan berobat ke puskesmas. Beberapa jam berikutnya, siswa yang melaporkan keluhan bertambah dengan gejala antara lain mual, pusing, sakit perut, dan diare

Merespons kondisi tersebut, pihak sekolah segera berkoordinasi dengan penyedia makanan dan Puskesmas Nanggulan, tim kesehatan kemudian diterjunkan ke sekolah untuk melakukan pemeriksaan dan penanganan medis secara langsung.

Berdasarkan data yang dilaporkan, ada 71 siswa menjalani rawat jalan, satu siswa dirujuk ke RSUD, kemudian laporan terakhir dari sekolah hingga Kamis (6/8), siswa yang masih mengalami keluhan terus menurun hingga tersisa 10 siswa yang belum dapat mengikuti pembelajaran.

"Apresiasi respons cepat sekolah, tenaga kesehatan, dan seluruh pihak yang telah membantu penanganan siswa. Keselamatan, kesehatan, dan kenyamanan peserta didik akan selalu menjadi prioritas dalam setiap pelaksanaan program pendidikan," katanya.

Pewarta : Hery Sidik
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026