Prabowo menerima Ramos-Horta dan 20 peraih Nobel di Istana Merdeka

Prabowo menerima Ramos-Horta dan 20 peraih Nobel di Istana Merdeka

Jumat, 28 Agustus 2026 18:42 WIB

Image Print

Presiden RI Prabowo Subianto (kanan) dan Presiden Timor-Leste Jose Ramos-Horta dalam pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (28/8/2026) ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden

Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Presiden Timor-Leste José Ramos-Horta bersama 20 peraih Nobel dari berbagai negara di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat.

Dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan pertemuan tersebut memperkuat hubungan Indonesia dan Timor-Leste sekaligus membuka peluang kerja sama di berbagai bidang strategis.

“Pertemuan ini menjadi ruang untuk memperkuat hubungan Indonesia dan Timor-Leste, sekaligus membuka peluang kolaborasi di bidang lingkungan hidup, riset, pendidikan tinggi, sains, dan inovasi,” kata Teddy.

Menurut Teddy, para peraih Nobel yang hadir merupakan bagian dari delegasi Presiden Ramos-Horta dan berasal dari berbagai bidang keilmuan.

“Para peraih Nobel tersebut berasal dari beragam bidang, mulai dari perdamaian, sains, kimia, pangan, dan bidang keilmuan lainnya,” ujarnya.

Dalam pernyataan terpisah setelah pertemuan, Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan kedua pemimpin membahas peningkatan kerja sama, termasuk peluang kolaborasi para peraih Nobel dengan peneliti dan akademisi Indonesia.

“Lebih banyak saya kira potensi untuk ke depan, untuk dieksplorasi, terutama kan para pemenang Nobel ini dari berbagai latar belakang. Ada yang biologis, ada yang fisika, dan macam-macam,” kata Fadli.

Sementara itu, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria mengatakan kolaborasi tersebut dapat memperkuat ekosistem riset di Indonesia.

Menurut Arif, Presiden Prabowo menekankan agar peluang kerja sama dengan para peraih Nobel tersebut dapat segera direalisasikan.

“Karena sangat penting sekali para peraih Nobel itu memberikan inspirasi, kemudian bisa menjadi bagian dari ekosistem penguatan talenta riset di Indonesia. Dan Pak Presiden juga sangat berharap bahwa kolaborasi ini bisa dilakukan secepatnya,” ujarnya.

Pertemuan tersebut turut dihadiri sejumlah menteri Kabinet Merah Putih serta perwakilan Komisi IV DPR RI yang membidangi, antara lain, urusan lingkungan hidup.

Pewarta : Prisca Triferna Violleta
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.