Jakarta (ANTARA) - Nama KH Hasan Abdullah Sahal kembali menjadi perhatian publik setelah memimpin rangkaian peringatan 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, Jawa Timur. Sosok yang telah puluhan tahun berada dalam jajaran pimpinan Gontor tersebut juga menyampaikan pidato dalam resepsi satu abad Gontor pada 19 September 2026.
KH Hasan Abdullah Sahal merupakan salah satu pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor. Ia dikenal sebagai putra KH Ahmad Sahal, salah satu dari tiga pendiri Gontor yang dikenal sebagai Trimurti bersama KH Zainuddin Fananie dan KH Imam Zarkasyi.
Lantas, seperti apa profil dan perjalanan pendidikan KH Hasan Abdullah Sahal hingga menjadi salah satu tokoh penting di Pondok Modern Darussalam Gontor?
Profil KH Hasan Abdullah Sahal
KH Hasan Abdullah Sahal lahir di Desa Gontor, Ponorogo, pada 24 Mei 1947. Ia merupakan putra keenam KH Ahmad Sahal yang menjadi salah satu pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor.
Sejak kecil, KH Hasan Abdullah Sahal tumbuh di lingkungan pendidikan pesantren. Ia menyelesaikan pendidikan dasar di Gontor pada 1959. Bahkan, tiga bulan sebelum menyelesaikan pendidikan dasar, ia sudah diterima sebagai santri Kulliyyatu-l-Mu'allimin Al-Islamiyyah (KMI) Pondok Modern Gontor.
Pendidikan KMI diselesaikannya pada 1965. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan di Fakultas Ushuluddin Institut Pendidikan Darussalam (IPD) sekaligus mengajar di KMI selama sekitar 2,5 tahun.
Pada 1967, KH Hasan Abdullah Sahal melanjutkan pendidikan ke Fakultas Dakwah dan Ushuluddin Universitas Islam Madinah Al-Munawwarah, Arab Saudi. Kemudian pada 1992, ia mengambil spesialisasi Hadis di Universitas Al-Azhar, Mesir.
Baca juga: Prabowo teringat Palestina saat hadiri 100 tahun Gontor
Perjalanan kepemimpinan di Gontor
KH Hasan Abdullah Sahal mulai menjadi salah satu pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor pada 1985. Dalam catatan resmi Gontor, ia ditunjuk bersama KH Shoiman Luqmanul Hakim dan KH Abdullah Syukri Zarkasyi.
Posisi tersebut membuat KH Hasan Abdullah Sahal menjadi salah satu tokoh yang menjalani perjalanan panjang kepemimpinan Gontor selama lebih dari empat dekade.
Pada 2026, KH Hasan Abdullah Sahal masih tercatat sebagai pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor. Ia menjalankan kepemimpinan bersama KH Muhammad Akrim Mariyat setelah wafatnya Prof. Dr. KH Amal Fathullah Zarkasyi pada 3 Januari 2026.
Kiprah di dunia pendidikan
Selain menjadi pimpinan Gontor, KH Hasan Abdullah Sahal juga memiliki kiprah dalam pengembangan pendidikan pesantren.
Ia tercatat sebagai salah satu pendiri Pondok Pesantren Putri Al-Mawaddah di Coper, Jetis, Ponorogo, pada 1989. Tiga tahun kemudian, ia mendirikan sekaligus menjadi pengasuh Pondok Tahfidz Quran Al-Muqoddasah di Nglumpang, Mlarak, Ponorogo.
Keterlibatannya dalam pendidikan juga berlangsung di lingkungan perguruan tinggi Gontor. Aktivitas tersebut berjalan bersamaan dengan perannya sebagai pimpinan pondok dan pengajar.
Aktivitas dakwah
KH Hasan Abdullah Sahal juga tercatat memiliki pengalaman dakwah dan kegiatan keilmuan di sejumlah negara.
Dalam profil resminya, ia pernah melakukan perjalanan dakwah maupun kunjungan ke sejumlah negara, antara lain Malaysia, Hong Kong, Korea Selatan, Jepang, Singapura, Yordania, Suriah, Turki, Jerman, Prancis, Belgia, Australia, Arab Saudi, Mesir, Thailand, India dan Pakistan.
Pada 30 Mei 2026, KH Hasan Abdullah Sahal juga menyampaikan pesan kepada keluarga besar Gontor dari Masjid Nabawi, Madinah. Pesan tersebut berkaitan dengan konsolidasi kiai pesantren dan mubalig alumni Gontor dalam rangkaian peringatan 100 tahun Gontor sekaligus menyongsong satu abad berikutnya.
Baca juga: Mahasiswa China apresiasi Prabowo di perayaan 100 tahun Gontor
Karya tulis KH Hasan Abdullah Sahal
Selain aktif dalam pendidikan dan dakwah, KH Hasan Abdullah Sahal juga tercatat menghasilkan sejumlah karya tulis.
Beberapa karya yang tercantum dalam profil resmi Gontor antara lain Membina Keluarga Muslim, Pegangan Para Qori', Obsesi Hasan Abdullah Sahal, Ceramah-ceramah Kontemporer, serta Allamatnil Hayah atau Kehidupan Mengajariku.
KH Hasan Abdullah Sahal di momentum 100 Tahun Gontor
Pada September 2026, KH Hasan Abdullah Sahal menjadi salah satu tokoh utama dalam rangkaian peringatan satu abad Pondok Modern Darussalam Gontor.
Dalam Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Gontor yang berlangsung di Ponorogo pada 19 September 2026, ia menyampaikan pidato di hadapan Presiden Prabowo Subianto yang hadir dalam acara tersebut.
Momentum tersebut sekaligus menjadi bagian dari perjalanan panjang KH Hasan Abdullah Sahal di lingkungan Gontor. Sejak mulai menjadi pimpinan pada 1985, ia telah melalui berbagai fase perkembangan pesantren hingga Gontor memasuki usia 100 tahun.
Dengan latar belakang pendidikan di Gontor, Universitas Islam Madinah dan Universitas Al-Azhar, serta pengalaman panjang dalam pendidikan dan kepemimpinan pesantren, KH Hasan Abdullah Sahal menjadi salah satu figur yang tercatat dalam perjalanan Pondok Modern Darussalam Gontor hingga memasuki abad keduanya.
Baca juga: Prabowo tegaskan kemandirian pangan dan energi kekuatan bangsa
Baca juga: Prabowo minta santri Gontor teruskan perjuangan bangsa
Pewarta: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.