Ratusan Siswa Keracunan MBG, P2G: Maaf Nak, Kalian Cuma Angka

Kamis, 03 September 2026, 18:30 WIB

Warta Ekonomi, Jakarta -

Kepala Bidang Advokasi Guru di Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G), Iman Zanatul Haeri, menyoroti kasus keracunan massal dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi dalam sepekan terakhir.

Ia mencatat ratusan siswa menjadi korban di Jawa Timur dan Sumatera Barat.

"Keracunan MBG sepekan ini: Sidoarjo, Jawa Timur, 592 santri, Nganjuk, Jawa Timur 47 Siswa, Agam, Sumatera Barat 237 Siswa," tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Kamis (3/9).

Sebagai guru, ia menyampaikan permintaan maaf kepada para korban, sekaligus menyindir bahwa mereka hanya dianggap sebagai statistik di antara penerima manfaat MBG.

"Maaf nak, kalian cuma angka. Kayaknya gak berharga banget ya," tandasnya.

Detail Kasus Keracunan MBG

1. Sidoarjo, Jawa Timur  

Dinas Kesehatan mencatat 592 orang (mayoritas santri Pondok Pesantren Manba’ul Hikam dan siswa dari 19 sekolah lain) dilarikan ke rumah sakit setelah mengonsumsi menu MBG berupa nasi, telur, tempe bali, sayur, dan apel. Per 2 September 2026, sebanyak 79 pasien masih dirawat inap, sisanya menjalani rawat jalan. BGN telah membekukan SPPG Kalitengah selama 30 hari dan mengusulkan pencopotan kepala dapur.

2. Nganjuk, Jawa Timur

  Baca Juga: Feri Amsari: Anak-Anak Keracunan MBG, Bencana di NTT, Kalimantan Belum Tuntas, Kau Keluar Negeri? Oo!

Sebanyak 49 orang (48 siswa dan 1 guru perempuan SMAN 3 Nganjuk) mengalami mual dan muntah dua jam setelah menyantap menu nasi goreng, ayam suwir, dan tahu bulat dari SPPG Begadung. Para korban dirawat di Puskesmas Begadung, RSUD Nganjuk, dan RS Bhayangkara.

3. Agam, Sumatera Barat  

Dinas Kesehatan Kabupaten Agam mengonfirmasi 237 siswa (jenjang SD, SMP, hingga SMA) di Kecamatan Palupuh diduga keracunan massal setelah mengonsumsi MBG. Sebagian besar ditangani di Puskesmas Palupuh, sementara dua siswa dengan gejala berat dirujuk ke RSUD dan RST Bukittinggi. Gubernur Sumbar telah memerintahkan penutupan sementara dapur SPPG terkait untuk investigasi sampel makanan.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya