Shania Twain Sempat Khawatir Album barunya Tidak Relevan dengan Pendengar

Bagikan:

JAKARTA - Bintang country-pop asal Kanada, Shania Twain, resmi meluncurkan album studio ketujuhnya yang bertajuk Little Miss Twainhari ini, Jumat, 24 Juli.

Melalui karya terbarunya, Twain mengajak para pendengar merefleksikan kehidupan masa mudanya jauh sebelum meraih popularitas global, termasuk kenangan tumbuh besar di kota tambang emas di kawasan terpencil Kanada.

Dengan menyajikan materi yang sangat personal, Twain mengaku sempat ragu dan khawatir para penggemarnya tidak dapat merasa terhubung dengan kisah masa lalunya.

Latar belakang tempat tinggalnya di masa kecil dinilai memiliki budaya yang jarang diketahui oleh publik luas.

"Saya rasa saya belum pernah bertemu siapa pun sejak meninggalkan kampung halaman yang berasal dari kota penambangan emas. Kami hanya memiliki emas, hutan, rusa besar, berang-berang, dan banyak danau,” kata Twain dalam wawancara terbaru dengan Billboard.

“Kami memiliki keindahan dan budaya, tetapi itu adalah budaya yang tidak benar-benar diketahui banyak orang," sambungnya.

Keraguan tersebut sempat membuat penyanyi 60 tahun itu menahan perilisan lagunya selama bertahun-tahun. Ia menganggap karya-karya ini hanya sebatas ruang refleksi pribadi dan penyaluran hobi menulis lagu tanpa ada niat untuk merilisnya secara komersial ke dalam bentuk album studio.

Namun ia meyakini, aransemen musik yang kaya akan mampu menjembatani pesan lagu kepada para pendengarnya.

BACA JUGA:


Adapun album ini menggabungkan berbagai nuansa musik yang mewarnai masa mudanya, mulai dari musik soul era1960-an, nuansa southwest, sentuhan gitar baritone, hingga eksperimen gaya musik bluegrass dan Motown.

"Secara musik, album ini sangat mudah terhubung dengan kecintaan banyak orang terhadap gabungan berbagai genre. Saya pikir meskipun Anda tidak benar-benar memahami beberapa hal yang saya katakan, Anda akan tetap terhubung dengan musiknya," tuturnya.

Sebagai informasi, judul album *Little Miss Twain* sendiri diambil dari nama panggung Shania saat ia masih menjadi penyanyi muda yang membawakan lagu-lagu cover di berbagai daerah terpencil di Kanada.

Penyanyi yang kehilangan kedua orang tuanya akibat kecelakaan mobil pada usia 22 tahun itu berharap koleksi lagu dalam album terbarunya dapat menyuguhkan sisi emosional yang belum pernah terungkap sebelumnya kepada para penggemar di seluruh dunia.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+