Sowan ke PWNU Sulteng, Gus Salam Bertukar Ilmu soal Strategi Dakwah

Kamis, 6 Agustus 2026 - 18:15 WIB

Jakarta, VIVA – KH Abdussalam Shohib alias Gus Salam berkunjung ke PWNU-PCNU se-Sulawesi Tengah dan bertemu dengan sowan Al Habib KH. Ali Hasan Al Jufri, Rais Syuriyah PWNU Sulawesi Tengah (Sulteng) pada Rabu, 5 Agustus 2026.

Baca Juga

Dalam kesempatan itu, Gus Salam didampingi masyayikh PP Lirboyo, fungsionaris dan Kader NU Sulteng.  Gus Salam diterima hangat dan akrab oleh KH Ali bin Hasan di kediamannya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Banyak hal kita perbincangkan, mulai kondisi NU di Sulteng, hingga perjalanan ulama terdahulu serta keakraban mereka dalam bertukar ilmu dan strategi dakwah; syiar Islam di nusantara, termasuk di kepulauan Celebes, Sulawesi,” kata Gus Salam dalam keterangan tertulis, Kamis, 6 Agustus 2026.

Baca Juga

“Salah satunya, cerita mashur tentang habib Idrus bin Salim al-Jufri, pendiri Al-Khairaat, kakek Rais Syuriyah PWNU Sulteng yang pernah silaturrohim Hadratussyeikh KH M. Hasyim Asy’ari pada 1926 dalam lawatan dakwah dan syiar Islam di Jombang,” sambungnya.

Sementara, KH Abdul Muid Shohib (Gus Muid) menilai, kemungkinan pertemuan habib Idrus bin Salim al-Jufri, dikenal ‘Guru Tua’ dengan pendiri NU, Mbah Hasyim Asy’ari tahun 1926 membawa kesan dan pesan mendalam sesama pengamal paham Ahlussunnah wal Jama’ah terutama madzhab Syafi’i.

Baca Juga

“Hubungan NU dengan al-Khairaat di Sulawesi Tengah, terutama Palu sangat baik. Saling mendukung dan menguatkan karena kesamaan paham keagamaan ASWAJA dan cara dakwahnya, terutama di bidang pendidikan,” jelas Gus Muid.

Gus Salam yang juga calon ketua umum PBNU mengaku telah bersilaturahmi dengan jajaran PWNU-PCNU di 29 Provinsi, terinspirasi banyak strategi dan metode dakwah Islam pendiri al-Khairaat, Guru Tua; al-habib Idrus bin Salim al-Jufri. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Istiqomahnya, dakwah dengan sentuhan aspek kemanusiaan, bersikap moderat dan memperhatikan hak-hak insani melalui ketegasan terhadap keadilan. Terutama melembagakan syiar Islam melalui lembaga pendidikan; madrasah pertama di Sulteng” ujar Gus Salam.

“Dan, keteladan beliau diikuti oleh penerusnya yang sekarang. Para ulama Aswaja di Sulteng sebagai penggerak persatuan, kerukunan antar umat, dakwah kesantunan dan melanjutkan lembaga pendidikan yang telah dirintis para pendahulunya,” katanya.

Halaman Selanjutnya

Menurut Gus Salam, jam’iyyah Nahdlatul Ulama di wilayah Sulawesi Tengah telah memiliki potensi dan banyak peluang bagus untuk maju. Terutama dalam mendorong dan memfasilitasi pengembangan kemandirian umat.