Maka KPAI meminta agar UPTD PPA (Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak) Jaksel dan Peksos Dinsos (Pekerja Sosial Dinas Sosial) Jaksel untuk melakukan asesmen secara klasikal pada anak...
Jakarta (ANTARA) - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta Pemprov DKI Jakarta untuk melakukan pendampingan psikososial bagi ratusan siswa sekolah swasta di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan (Jaksel), pasca-penemuan senjata, narkotika, dan CD/VCD bermuatan pornografi di sekolah tersebut.
"Kondisi anak-anak saat ini PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) karena masih ketakutan berada di lingkungan sekolah. Maka KPAI meminta agar UPTD PPA (Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak) Jaksel dan Peksos Dinsos (Pekerja Sosial Dinas Sosial) Jaksel untuk melakukan asesmen secara klasikal pada anak, sehingga kondisi anak-anak bisa segera tertangani," kata Anggota KPAI Diyah Puspitarini saat dihubungi di Jakarta, Selasa.
Menurut dia, ratusan siswa sekolah tersebut terkategori memerlukan perlindungan khusus karena mereka berada di situasi darurat. Namun demikian hingga saat ini pendampingan psikososial terhadap siswa dan guru belum dilakukan.
"Belum, maka kami dorong untuk diupayakan segera. Itu layanan yang bisa dijangkau secara cepat dan gratis. Namun sepertinya dari UPTD PPA belum bergerak karena belum ada pengaduan juga. Mereka juga tidak tahu kondisi anak-anak di sekolah tersebut," kata Diyah Puspitarini.
Baca juga: Temuan senjata sekolah, KPAI nilai sekolah lakukan PJJ langkah tepat
Sebelumnya, Polres Metro Jakarta Selatan telah mengamankan barang bukti 995 unit airsoft gun yang terdiri atas 776 unit revolver airsoft gun dan 215 unit pistol airsoft gun dari gudang salah satu yayasan sekolah di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Kemudian petugas juga mengamankan empat pucuk senapan angin, satu pucuk senjata api merek Francispa, serta empat laras senjata panjang pabrikan.
Selain temuan senjata, polisi juga menemukan dua linting yang diduga narkotika jenis ganja serta satu paket yang diduga sabu.
Polisi masih terus menyelidiki kasus ini.
Baca juga: Temuan senjata di sekolah, polisi cocokkan data dan barang bukti
Baca juga: Kasus temuan senjata di sekolah, polisi identifikasi pelaku lewat DNA
Pewarta: Anita Permata Dewi
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.